Aku sudah punya dunia lain
Kata kau
Kata kau lagi
Aku kini dalam kasta berbeza
Tapi bagi aku
Aku cuma miliki satu dunia
Di benak aku
Semuanya sama
Aku hidu bau derita
Kala kau terseyum gembira
Aku baca garis luka
Saat kau perdengarkan tawa
Kenapa kau harus bermain seloka
Bila mana kau sedang dibebani nestapa
Haruskah kau nyanyi lagu bahagia
Ketika tiada satu apa pun bisa beri kau gembira
Cukuplah kau berpura
Aku ada
Cukuplah kau berduka
Aku ada